Jumat, 23 Januari 2015
Buku Rich dad poor dad Robert T kiyosaki
saya ketemu buku ini juga tidak sengaja, waktu itu saya kerja di apotek surya loka / klinik Harapan Baru di seputaran jalan teuku umar denpasar bersama dokter Denny Tong dan dr. Made Nyandra. Pemilik saham apotek ini adalah bapak Rudi yg waktu itu bekerja di Gramedia Gatsu, beliau sangat suka mengoleksi buku-buku terbitan Gramedia di tempat tugas kami. Awalnya saya tidak begitu tertarik, melihat cover nya aja saya enggak minat apalagi untuk baca tulisan kecil yg berderet deret... Pasti sangat menjemukan. Tapi siang itu seperti ada yg menggerakkan saya untuk mengambil buku yg tebal dan jangat tidak enak dipandang mata itu, bait demi bait saya baca, halaman demi halaman saya sikat habis, tampa terasa sudah 3 jam berlalu saking asiknya membaca saya sampai lupa pergantian ship dg dr. Denny.... Biasanya saya cukup gelisah duduk sendiri di ruang praktek karena bacaan koran sudah di bolak balik 5 kali, baca buku kedokteran rasannya BOSANnnn.... Main game di komputer juga masih lama waktu jaganya ..... Tapi tumben siang itu di ruangan yg sangat membosankan ini saya sangat betah berlama lama membaca buku yg dulu saya remehkan ternyata membuka pikiran dan mata hati saya.... Saya merasa tercerahkan. Kalau boleh mengupas sedikit hal yg membuat saya terpukau dg prinsip yg di katakan Robert:" untuk menjadi kaya kamu harus punya bisnis sendiri......." Wooow..... Trus saya kapan bisa kaya, boro boro bisnis buka praktek sendiri, belum tentu dapat pasien. Jangankan dokter umum yg baru tamat seperti saya. Dokter spesialis yg udah kerja puluhan tahun aja bisa di hitung pasiennya. Lanjut mengutip kata Robert: 1 seorang dalam hidupnya ada yg sebagai pekerja ( dari tukang sapu sampai manager ) 2 seorang yg bekerja utk diri sendiri ( dokter, notaris ) 3 seorang yg punya bisnis sendiri ( dagang rujak, dagang kelentong dll ) 4 seseorang yg sudah bisa memakai uangnya untuk menghasilkan uang ( investor )..... Jadi menurut Robert, biar bisa cepat kaya harus jadi yg no 3 ato no 4.... Trus saya.....? Baru no 2.... Biar pun banyak yg mengangguk2 ketika kita jalan di lorong rumah sakit, tapi tetap aja kita tidak boleh bolos sekadar ngopi2 santai di warung pojok hehehe.... BANGGA memang namun tidak memecahkan masalah saya yg ada di rumah. Kalau cuma bangga sendiri namun anak istri dan saudara di rumah enggak makan untuk apa????..... Cukup dulu ya cerita buku pak Robert, lain kali saya sambung lagi...
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar