Senin, 23 Maret 2015

BELAJAR SETIAP HARI

kita sejatinya melalui proses belajar setiap hari, baik itu kita sadari atau tidak kita sadari. sering kali kita tidak menyadari proses ini karena sudah terpaku kepada rutinitas yg seolah olah kita bergerak seperti robot ( secara otomatis ). Sejak dari bangun di pagi hari lalu ke kamar mandi, gosok gigi, mandi dan seterusnya kadang kala itu sudah menjadi seperti kebiasaan tanpa perlu kita berpikir utk melakukannya, lalu kembali ke kebiasaan tadi kita berangkat kerja melalui jalan yg seperti kemarin kita lalui kemudian dikantor mengabsen trus membuka komputer untuk melanjutkan tugas kemarin seperti biasanya, lalu selepas kerja melalui jalan di kemacetan lalu lintas persis sama seperti kemarin kemarin....? Tetapi kenapa kita tidak bosan? Atau kadang kala kita bosan tapi apa daya kita tidak mampu melawan kerena tuntutan asap dapur harus tetap mengepul.
Saya juga mengalami kebiasaan ini waktu sebelum menjadi seorang wiraswasta, waktu saya masih bekerja di klinik milik kerabat di legian. kemudian... Saya menyadari dan mulai mengubah arah dan tujuan saya, tentu di awal sangat penuh dilema, berani apa enggak... Disilah menurut saya langkah kecil dan konsisten diperlukan. Saya menyebutnya sebagai pembelajaran setiap hari. Biasa di pagi hari yg sangat rutin saya awali di kamar mandi, saya biasa mengatur strategi dikamar mandi dan mengaplikasi di iphone saya ketika keluar dari kamar mandi dan melanjutkan dengan tindakan kecil disaat selesai berpakaian..... Demikian lah setiap hari proses ini saya lalui dan ternyata langkah kecil akan menjadi sangat besar setelah kita melangkah hari demi hari
Kalau kita menginginkan suatu perubahan ke arah yg lebih baik tidak mungkin tercapai jika kita tidak mengubah cara kita utk mencapai hal tsb.... lakukan perubahan kecil setiap hari, niscaya kita akan menemukan hasih yg besar............. 

Kamis, 29 Januari 2015

MEDITASI dan RELAKSASI SURYANI

PROF. LUH KETUT SURYANI..... Siapa yg enggak kenal beliau, beliau adalah seorang guru besar Universitas Udayana dan salah seorang aktivis sosial yg dimiliki bali yg kerap melontarkan kritik tajam dan pedas buat kemajuan dan keajegan bali. Saya mengenal beliau pertama kali ketika saya mengikuti program yg beliau rancang untuk melatih siswa SMA se kota denpasar dalam rangka persiapan siswa siswa kelas tiga dalam menghadapi Ujian masuk perguruan tinggi. Selain program mata pelajaran sekolah kita juga diberikan materi meditasi dan relaksasi ala suryani. Saya sangat beruntung bisa kenal dengan Prof suryani, banyak pelajaran yg dapat saya petik dari gemblengan yg selama ini Diberikan baik secara langsung maupun tidak langsung. Dan malahan saya sudah di anggap sebagai anak angkat beliau yg enggak dapat warisan heheehee... Beliau sering mengatan hal ini baik di hadapan teman-teman beliau atau di suatu forum launcing sebuah buku karangan beliau, ini tentu suatu penghargaan yg tak terhingga sampai saya di anggap sebagai anak. Demikian lah saya mulai melakukan meditasi dan relaksasi pertama kali sekitar th 1992 sampai hari ini dua kali sehari baru bangun tidur dan malam sebelum tidur. Memang di awal melakukan meditasi saya belum dapat merasakan apa yg di maksud oleh ibu Profesor namun lambat laun seiring perjalanan waktu saya mulai memahami makna meditasi dan relaksasi ala Suryani. Matur suksma Ibu Prof Suryani..... Saya sangat beruntung memiliki ibu yang dapat membimbing saya ke arah yg lebih baik

Sabtu, 24 Januari 2015

LABEL DIRI dan JATI DIRI

Saya sering menyebut diri saya sebagai seorang pengusaha dari pada seorang dokter, tapi kenapa? Apa itu ada maksudnya? Tentu saja.... Anda mau dibilang apa oleh kolega, teman atau saudara anda. Disini sebenarnya ada proses pembatasan dan pencarian jati diri, ketika kita menyebut diri kita pengusaha maka secara otomatis tubuh kita akan bereaksi terhadap kondisi yg kita buat sendiri atau dibuat oleh lingkungan. Karena saya ingin maju seperti pengusaha sukses kayak Bob sadino, Richard Bronson, Chairul Tanjung dan masih banyak lagi idola saya .... Makanya saya mulai mengkondisikan diri saya seperti mereka. Ketika anda sudah men- Cap diri anda seperti yg anda mau maka dg seketika anda akan bertingkah laku seperti Cap tersebut, maka berhati-hatilah ketika anda mulai memberi label kepada anak anda seperti, si malas, si cengang, si pembangkang dan sebagainya seketika itu anak anda akan menjadi seperti yg anda mau. Maka dari itu saya selalu berusaha untuk tidak memberi batasan kepada diri saya atau kalau pun harus mau di batasi buatlah batasan yg lebih baik setiap hari sehingga kita terus berproses menjadi lebih baik esok hari. Kejarlah cita-citamu setinggi langit seperti kata bung Karno.... Setidaknya kalau pun harus jatuh masih nyangkut di atas pohon kelapa hehehe kan masih juga tinggi. Dari pada tidak punya cita-cta atau tujuan dg berdiam diri.
Kembali ke cerita kenapa saya lebih senang di panggil sebagai pengusaha ketimbang dokter, bukannya saya tidak bangga menjadi dokter, namun saya mau mengkondisikan diri saya dan hidup saya seperti idola saya dengan menjadi seorang pengusaha Dan alasan kedua karena sudah lama saya tidak menggunakan keahlian saya sebagai dokter untuk mendapatkan uang, namun lebih banyak untuk membantu saudara dekat sebagai seorang saudara dan bukan hubungan pasien-dokter dengan imbalan.... 

Jumat, 23 Januari 2015

MEMBACA di KAMAR MANDI dan KOLEKSI BUKU

Salah satu hobi nyeleneh saya adalah membaca di kamar mandi sembari maaf... (Buang air besar)... Tapi ini benar adanya, hobi ini sudah saya lakukan sejak SMP, saya akan sangat terinspirasi ketika membaca dan berlama2 di kamar mandi karena biasanya inspirasi bisnis atau ide2 brilian akan datang dengan sendirinya ketika saya lagi di kamar mandi. Banyak buku buku karangan Mulai dari buku motivator Anthony Robin sampai Tung desam Waringin, richard bronson, the power of kepepet, sampai property cash mechine.... Dan banyak lagi yg lain.........
Khusus koleksi buku ini akan saya bahas satu persatu dan momen dimana setelah baca buku tsb saya action nya apa? Nanti saya kupas lebih dalam.

MOMENTUM

Ada setidaknya 3 momentum yg menjadi batu loncatan buat saya ......
Pertama: saat dimana saya terpilih sebagai PASKIBRAKA NASIONAL th 1991. Saat itu penuh kesan bagi saya, seorang anak lugu yg enggak pernah berpergian sendiri akan berangkat ke jakarta menunaikan tugas negara, untuk mengibarkan bendera pusaka sang saka merah putih. Dengan tekad yg kuat dan semangat yg berapi api saya berangkat ke jakarta dg sejuta mimpi ttg nikmatnya tidur di kamar hotel yg mewah, ketemu dg presiden SOEHARTO, di layani bak artis... Namun segala nya buyar ketika baru sampai di pemondokan paskibraka di cibubur jakarta, salam push up ( istilah keren di paskibraka, POMPA BUMi ) menyambut saya karena ketika di tanya tinggi badan saya menyebut 179 .... Yg ternyata di catatan panitia di jakarta 180... Saya harus pompa bumi 10 kali,
Momen ini yg akan mengasah kemandirian saya yg mana dulu anak mama yg selalu dimanja dan disuapi menjadi bertanggung jawab akan perbuatan yg kita lakukan.........
KEDUA:  momentum ketika saya di sumpah menjadi seorang dokter, DOKTER.... Kata kata yg sering di ucapkan anak anak sekolah ketika ditanya cita-cita kalau sudah besar, siapa yg enggak mau jadi dokter...? Momen ini yg membuat saya menjadi lebih percaya diri... tidak terlalu lama menikmati bulan madu sebagai dokter, rasa bosan selalu menghantui saya ketika harus berjaga sendiri dan berjaga malam di rumah sakit yg semakin menjauhkan saya dengan anak istri di rumah...
KETIGA: momen ketika saya secara sadar memutuskan menjadi seorang wirausahawan dengan mengganti status di KTP dari pekerjaan sebagai seorang DOKTER saya ubah menjadi WIRASWASTA, momen ini yg mengubah arah hidup saya dari mementingkan diri sendiri ke kepentingan bersama/keluarga. Sampai sampai ada cerita lucu ttg penggantian status ini, ketika ada perubahan KTP manual ke e-KTP seorang petugas menanyakan apa ada keterangan di KTP lama yg akan diganti? Saya dengan mantap katakan " tolong ubah keterangan dokter diganti dg Wiraswasta " dg nada bertanya si petugas menanyakn utk kedua kalinya apa benar mau di ganti? Sekali lagi saya katakan iya. Dengan suara yg sedikit bercanda mengatakan biar saya tidak tersinggung, susah susah cari titel dokter kok ditinggalkan??? Hehehe.... Pertanyaan ini juga kerap kali saya dengar dari teman sejawat dan keluarga namun karena saya mau fokus saya tidak berubah pikiran.
Ngomong ngomong kenapa saya sampai mengubah status ini? Bukannya saya akan berhenti menjadi seorang dokter, namun fokus saya sekarang ini adalah sebagai seorang entrepreneur dan saya bukannya tidak akan menjadi seorang dokter, saya akan tetap menjadi seorang dokter namun tidak akan mau lagi melayani pasien pribadi secara komersil. Sekali lagi secara komersil dan mencari nafkah di sana. Namun saya mau mencari nafkah menjadi seorang wiraswasta. Menjadi seorang pengusaha apotek dan property.....
Itu tadi momentum momentum yg merubah saya menjadi seperti sekarang ini....setelah ini saya akan menciptakan momentum momentum yg lain bagi diri saya sehingga saya tetap bergerak maju dan terus memperbaiki diri ....... Sampai ketemu di momentum berikutnya

Buku Rich dad poor dad Robert T kiyosaki

saya ketemu buku ini juga tidak sengaja, waktu itu saya kerja di apotek surya loka / klinik Harapan Baru di seputaran jalan teuku umar denpasar bersama dokter Denny Tong dan dr. Made Nyandra. Pemilik saham apotek ini adalah bapak Rudi yg waktu itu bekerja di Gramedia Gatsu, beliau sangat suka mengoleksi buku-buku terbitan Gramedia di tempat tugas kami. Awalnya saya tidak begitu tertarik, melihat cover nya aja saya enggak minat apalagi untuk baca tulisan kecil yg berderet deret... Pasti sangat menjemukan. Tapi siang itu seperti ada yg menggerakkan saya untuk mengambil buku yg tebal dan jangat tidak enak dipandang mata itu, bait demi bait saya baca, halaman demi halaman saya sikat habis, tampa terasa sudah 3 jam berlalu saking asiknya membaca saya sampai lupa pergantian ship dg dr. Denny.... Biasanya saya cukup gelisah duduk sendiri di ruang praktek karena bacaan koran sudah di bolak balik 5 kali, baca buku kedokteran rasannya BOSANnnn.... Main game di komputer juga masih lama waktu jaganya ..... Tapi tumben siang itu di ruangan yg sangat membosankan ini saya sangat betah berlama lama membaca buku yg dulu saya remehkan ternyata membuka pikiran dan mata hati saya.... Saya merasa tercerahkan. Kalau boleh mengupas sedikit hal yg membuat saya terpukau dg prinsip yg di katakan Robert:" untuk menjadi kaya kamu harus punya bisnis sendiri......." Wooow..... Trus saya kapan bisa kaya, boro boro bisnis buka praktek sendiri, belum tentu dapat pasien. Jangankan dokter umum yg baru tamat seperti saya. Dokter spesialis yg udah kerja puluhan tahun aja bisa di hitung pasiennya. Lanjut mengutip kata Robert: 1 seorang dalam hidupnya ada yg sebagai pekerja ( dari tukang sapu sampai manager ) 2 seorang yg bekerja utk diri sendiri ( dokter, notaris ) 3 seorang yg punya bisnis sendiri ( dagang rujak, dagang kelentong dll ) 4 seseorang yg sudah bisa memakai uangnya untuk menghasilkan uang ( investor )..... Jadi menurut Robert, biar bisa cepat kaya harus jadi yg no 3 ato no 4.... Trus saya.....? Baru no 2.... Biar pun banyak yg mengangguk2 ketika kita jalan di lorong rumah sakit, tapi tetap aja kita tidak boleh bolos sekadar ngopi2 santai di warung pojok hehehe.... BANGGA memang namun tidak memecahkan masalah saya yg ada di rumah. Kalau cuma bangga sendiri namun anak istri dan saudara di rumah enggak makan untuk apa????..... Cukup dulu ya cerita buku pak Robert, lain kali saya sambung lagi...

Motor antik

Puch 175cc ini adalah salah satu koleksi barang antik saya... Saya sangat mencintai koleksi barang antik spt keris, perhiasan primitif bahan emas, cincin emas, batu mulia, vespa antik, harley davidson yg belum kesampaian..hehehe dll
Saya sangat menyarankan koleksi antik spt ini karena semakin lama semakin sulit menemukan barang langka spt ini dan tentunya sesuai dg prinsip ekonomi, semakin langka barangnya tentu harga menjadi semakin mahal. ini sangat sejalan investasi perumahan dan logam mulia, semakin lama kita simpan semakin bernilai/ mahal harganya...